NUR MUHAMMAD AWAL TAJALLI
FASAL KE-2 - NUR MUHAMMAD SEBAGAI CERMIN NUR ILAHI
Ketahuilah, wahai pencari jalan, bahwa asal mula segala wujud dan tajalli Allah adalah Nur Muhammad. Ia bukan tubuh dan bukan bentuk, tapi cahaya pertama yang Allah ciptakan sebelum apa pun ada. Dari cahaya inilah lahir kesadaran, ruh, dan seluruh kehidupan. Nur ini tidak terikat zaman, tempat, atau keturunan; ia hakikat abadi.
Menurut para arif, Nur Muhammad adalah tajalli pertama, saat Allah “ingin dikenal”. Dari cahaya ini tercipta ruh para nabi, wali, manusia, bahkan alam semesta. Sumbernya satu, yang beda hanya kemampuan menerima. Cahayanya sama, tapi hati manusia seperti cermin—ada yang bening, ada yang keruh.
Nur Muhammad menjadi penghubung antara Allah Yang Tak Terbatas dengan makhluk yang terbatas. Tanpa perantara cahaya ini, makhluk tak sanggup menerima limpahan wujud. Karena itu Nabi Muhammad disebut rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya lewat ajaran lahir, tapi lewat cahaya yang menopang keberadaan semua.
Saat Nur Muhammad tampak dalam diri Nabi Muhammad ﷺ, hakikatnya tidak berubah—yang berubah hanya penampakan. Maka mencintai Nabi bukan sekadar mencintai sejarah, tapi mengenali asal cahaya diri sendiri. Ruh manusia berasal dari cahaya yang sama, hanya tertutup nafs dan hijab jasad.
Jalan makrifat sejatinya adalah kembali menyadari Nur Muhammad, bukan pindah ke mana-mana, tapi membersihkan hati. Suluk, mujahadah, dan riyadhah bukan menciptakan cahaya baru, hanya membuka penutupnya. Cahaya fitrah tidak pernah padam; yang sering hilang hanya kesadaran kita.
Maka Nur Muhammad adalah dasar kenabian, akar kewalian, dan rahasia insan kamil. Bentuk boleh berbeda, tapi hakikatnya satu. Yang berhenti di kulit melihat perbedaan, yang menembus ke dalam akan melihat kesatuan.
Komentar
Posting Komentar