Tentang Penyimpangan dalam Sulūk dan Timbangan Kebenaran
FASAL KE-7 – DARUL FUTUHAT jalan sulūk itu memang jalan cahaya, tapi di sepanjang jalan itu juga banyak jalur yang kelihatannya mirip, padahal ujungnya gelap secara halus. Penyimpangan dalam sulūk itu tidak selalu berupa maksiat yang kelihatan di luar. Justru seringnya muncul sebagai kesalahan batin yang tersembunyi di balik rasa, pengalaman, dan klaim-klaim halus. Karena itu para arif sangat menekankan pentingnya timbangan kebenaran, supaya seorang salik tidak tertipu oleh bayangan cahaya yang mirip hakikat, tapi sebenarnya menyesatkan. Penyimpangan pertama adalah mendahulukan perasaan daripada adab. Banyak salik berhenti ketika mulai merasakan manisnya dzikir, tenangnya batin, atau luasnya perasaan hati. Lalu rasa itu dianggap sebagai tujuan. Padahal rasa hanyalah tanda awal dari sebuah pembukaan. Kalau rasa dijadikan pegangan utama dan adab mulai ditinggalkan, maka sulūk berubah jadi pencarian kenikmatan batin, bukan lagi pencarian Allah. Para arif mengatakan, setiap rasa yang ...